Sabtu, 07 Mei 2016

Umat Islam Sepakat


Umat Islam Sepakat

Apakah dakwah menuntut syarat berilmu banyak, marilah kita kaji lebih lanjut.
1.      Kita umat Islam sepakat bahwa dasar patokan beragama yang pertama adalah Kitabullah dan Sunnah Nabi (Al Qur’an dan Hadits). Tidak ada yang lebih faham, apakah namanya kyai ulama, para wali, guru agama, tentang maksud Al Qur’an lebih daripada Nabi.
2.      Umat Islampun sepakat bahwa praktek Al Qur’an dan Sunnah yang paling pas (tepat) adalah murid-murid langsung Nabi yang dituntun langsung oleh Allah dan Rasul-Nya yaitu para shahabat r. hum.

Muncul Tabligh


Muncul Tabligh

Kemudian muncul amal ini (Tabligh) yang kebanyakan dibawakan oleh orang awam dari segi agama bahkan dari segi ilmu pengetahuan secara umum sekalipun. Maka muncul berbagai reaksi khususnya dari pemangku-pemangku agama. Dengan kejadian tersebut kita husnudzon (sangka baik) bahwa itu semua karena rasa bela dan rasa cintanya kepada agama, dianggap nanti akan merusak agama & umat, bisa sesat dan menyesatkan (dhol mudhil).

Rancu Pahami Dakwah dan Taklim


Rancu Pahami Dakwah dan Taklim

Apabila kita mendengar istilah (kata) dakwah maka kefahaman kebanyakan kaum muslimin yang dimaksud adalah Aktivitasnya, ceramah, mimbar-mimbar pengajian akbar, kuliah subuh atau lewat media TV, radio, kaset, CD, e-mail, SMS, dll. Disamapaikan oleh kyai, ulama, mubaligh, ustadz, ahli-ahli agama,dll. Materi yang disampaikan ayat Al Qur’an dan Hadits Rasulullah
Kalau kefamahamannya seperti itu maka otomatis menuntut syarat ilmu dan ilmunya harus memadai (banyak). Inilah yang terjadi pada kaum Muslimin di strata dunia. Hal ini terjadi karena kesalahfahaman atau rancu dalam memahami aktivitas dakwah dan taklim.